mami jarang masuk rumah sakit, bisa dibilang hampir tidak pernah.
riwayat kesehatannya itu : sesak nafas tapi sudah sembuh, gula darah sudah normal tetapi tetap perlu dijaga dan ini lah penyebab dia masuk rumah sakit.
anak mami dimedan, mami pindah jakarta baru 4 bulan sama suaminya, untuk buka usaha bersama mama di jakarta, mama usaha restoran dijakarta.
mami tidak punya anak kandung, tetapi mami ada anak angkat dari anak ciu ciu (paman) yang di pelihara dari kecil, namanya christine.
13 februari naik pesawat citilink jam 08.00 saya ke jakarta
sesampainya di rumah jakarta, kita langsung ke rumah sakit.
air mata tidak terbendung untuk jatuh begitu derasnya.
tidak tau apa yang mau dikata.
cuma ada penyesalan dan kerinduan yang ada.
detik ke menit
menit ke jam
1 jam ke jam berikutnya kita menunggu.
mami tetap dalam keadaan koma, tidak ada perkembangan yang berarti.
dada serasa sesak, ingin rasanya menjerit-menjerit dan membangunkannya
tapi apa daya jika takdir berkata lain, kita hanya bisa berdoa dan memohon kesembuhan dari yang MAHA KUASA
14 feb 2017 hari valentine, keadaan mami semakin membaik
mami tersadar dari koma, mata terbuka dan bisa menganggukan kepala ketika ditanya
kita senang dengan keajaiban yang terjadi.
tetapi kesenangan kita hanya sementara
15 feb 2017 disiang hari saya mendapat kabar dari rumah sakit,
keadaan mami makin parah. dokter bilang harapan menipis
jantung melemah, semua seperti mimpi
dan saya berharap ini juga mimpi
tetapi kenyataan itu harus tetap dilewati dan di jalani
setiap menit dan jam berlalu, keadaan mami makin memburuk.
tepatnya ketika jam 9.30 saya memberikan telp dari adik yang dimedan
masi kecil, memanggil mama , morgan sayang mama
air mata tidak bisa di bendung lagi.
semakin ditahan semakin deras air mata yang jatuh.
kamu tau, betapa sakit dan hancurnya hati ini ketika teringat janji ke mami
aku berjanji sama mami, aku bakalan bawa christine ke jrkt bulan december.
dan saya menyesal kenapa, bukan disaat mami sehat saya membawa christine
malah disaat keadaannya begini saya baru membawa christine ke jkrt.
saya, berada disamping mami saat nafas terakhir
saat itu, waktu terasa begitu lambat, setiap detik detak jantungnya menurun
saya melihat itu. ingin saya hentikan waktu, dan tidak terus berjalan, saya menjerit sekeras-kerasnya, menangis terseduh seduh. melihat detik demi detik kepergian mami
aku menyesal
aku selalu tidak bisa memberikan apa yang mami inginkan
andai waktu bisa diulang kembali
saya akan berikan yang terbaik buat mami
kehidupan orang tidak ada yang tahu
kapan sakit, kapan meninggal tidak ada yang tahu.
kata mama, semakin hari semakin menjalani kehidupan
dia tidak mengingini apapun,
dari papa yang sakit parah, semakin hari semakin kurus,
dan ditinggalkan oleh orang orang yang dia sayangi
sampai sekarang saya masi merasa ini mimpi
mami sudah meninggal 15 februari 21.45
harta tidak ada gunanya jika kita ditinggal oleh orang yang kita sayangi
16 feb 2017
sekarang saya didalam pesawat sriwijaya
mengetik ini didalam pesawat
dan tidak tau air mata pun jatuh
menunggu sampai dan ketempat rumah duka
aku selalu mengabaikan apa pun yang disekitar, merasa semua akan umur panjang dan bahagia
dalam setahun saya selalu mengambil 3 sampai 4 kali perjalanan untuk berlibur
ak tidak pernah tau arti kehilangan yang sesungguhnya
ak bahagia, tetapi setelah salah satu orang yang saya sayangi meninggalkan saya untuk selamanya
saya mengerti, jabatan, harta, keegoisan, kesombongan, semua tidak berarti apa-apa
jadilah orang yang baik untuk sekitar mu
berbuat baiklah untuk sekitarmu selagi kamu bisa.
-the end-







